Minggu, 25 Januari 2009

6 langkah Maria dan 2 Langkah Marta

6 langkah Maria dan 2 Langkah Marta
Saudara, saya ingin memberkati Saudara sekalian dengan apa yang saya alami pribadi di dalam Tuhan. Saat terakhir ini banyak yang saya alami yang membuat saya sungguh frustasi di dalam hidup ini. Saya harus kehilangan orang yang sangat saya kasihi, hadapi tekanan dalam studi, sendirian dalam mengerjakan segala sesuatunya, menghadapi proses dimana saya sama sekali tidak boleh mengeluh bahkan menangis, dan lainnya. Secara manusia terkadang banyak dari kita Saudara yang saat menghadapi persoalan diluar stress limit berusaha untuk mencari solusi pribadi bahkan melarikan diri sejauh mungkin tetapi tahukah Saudara bahwa sebenarnya Anda tidak sendirian di dalam dunia ini ? Jika Anda adalah salah satu dari orang yang banyak mengalami tekanan, maka inilah jawaban yang saya harapkan akan melegakan Anda.
PERMASALAHAN
Lukas 10:38-42, menceritakan tentang hubungan saudari antara Maria dan Martha. Diceritakan bahwa Maria duduk saja dekat kaki Yesus sedangkan Martha sibuk melayani Yesus. Selanjutnya Martha mengeluh tetapi Yesus menjawab bahwa Maria telah mengambil bagian yang terbaik. Saudara, sekilas timbul dalam hati kita bahwa kita ingin menjadi sperti Maria. Tetapi tahukah Saudara bahwa menjadi Maria itu tidak mudah ? kita hanya melihat bahwa Maria duduk di kaki Yesus, tetapi tahukah kita apa yang sebenarnya Maria perbuat ? Mungkin kelihatannya mudah hanya duduk diam dan dengar, namun Tuhan berkata dalam Alkitab “Apa gunanya kamu memanggilKu Tuhan tetapi kamu tidak melakukan perintahKu ?” Tindakan untuk duduk diam dan mendengar itu hanyalah karakter dari Maria yang mula-mula.
Yesus mengatakan Maria telah mengambil bagian terbaik, artinya Maria mendengarkan Firman yang Yesus sampaikan secara keseluruhan sedangkan Martha hanya sebagian karena ia sibuk melayani. Mari kita flashback kembali. Sudahkah kita merenungkan Firman Tuhan dengan sepenuh hati atau hanya dengan setengah hati ? Sudahkah kita setia dalam pembacaan Alkitab ? Sudahkah kita menepati setiap komitmen kita di dalam Tuhan ? Bagi saya secara pribadi hal itu bukanlah hal yang mudah karena tantangan kedagingan itu sungguh menghalangi kita untuk setia. Namun kenyataannya, untuk menjadi seperti Maria justru itulah langkah pertama bahwa kita harus setia untuk mendengarkan apa yang Tuhan bilang dalam Alkitab. Caranya ? Baca Alkitab itu secara rutin walaupun Anda tidak mengerti baca saja ! Itulah tindakan mendengar. Tuhan ingin kita memulai dengan langkah yang benar dan mengakhirinya dengan langkah yang benar pula. Saudara, ketahuilah bahwa semua orang sama akan menghadapi pencobaan. Tetapi kepada mereka yang diberi banyak artinya akan banyak juga yang dituntut dari mereka untuk membayar harganya. Bersediakah Saudara membayar harga tersebut demi hal yang besar yang Tuhan sediakan ?
Yohanes 11:1-6 berbicara tentang cobaan terberat yang dialami oleh Maria dan Martha, kematian Lazarus. Sekilas kita melihat di ayat 6 dikatakan “Namun setelah didengarNya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal 2 hari lagi di tempat, dimana Ia berada” Akibat dari tindakan Yesus, Lazarus tewas. Maria dan Martha sama sama menghadapi cobaan yang sama. Mati adalah peristiwa yang terberat dalam kehidupan kita manusia. Mengapa Tuhan tidak langsung datang padahal dikatakan di ayat 5 Yesus sangat mengasihi mereka ? Apakah Tuhan membiarkan Lazarus tewas ? TIDAK ! Yesus sengaja melakukan itu karena ada yang hendak ia singkapkan yaitu menyatakan kemuliaan Allah (ayat 4 –red-)
Kita sering berdoa minta Tuhan nyatakan keajaibanNya, tetapi saat membaca ayat 4 (“Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu anak Allah akan dimuliakan”) sadarkah kita sebenarnya ada harga yang harus kita bayar ? Siapkah Anda menghadapi cobaan terberat dalam hidup Anda untuk menyataan kemuliaan Tuhan ? Sama halnya seperti Maria dan Martha, kita seringkali berdoa dengan lantang tetapi serasa Tuhan tidak menjawabnya. Saudara, Tuhan telah mendengarnya PERCAYALAH ! Tetapi saat Tuhan belum menjawab percayalah karena Ia tahu kapan saat yang tepat untuk menjawab pergumulan Saudara sekalian. Relakah Saudara membayar harga sambil menunggu jawaban Tuhan ?
RESPON
Saat Maria dan Martha menghadapi cobaan yang sama, Yesus sama sekali tidak membedakan percobaan tersebut kepada mereka berdua. Mereka sama-sama menghadapi kematian saudaranya. Tetapi ada hal yang membedakan antara Maria dan Martha yaitu dalam hal merespon saat Yesus datang menemui mereka. Yohanes 11:12 dan 32 menunjukan ucapan yang sama atas apa yang mereka alami. Perbedaanya adalah dalam ayat 21, menunjukan respon dari Martha, Martha terlihat menegur Yesus. Terkadang saat kita berdoa kita memaksakan kehendak bahwa Tuhan harus mengikuti apa yang kita doakan. Secara tidak sadar kita seringkali menjadi seperti Martha. Karena kita rutin melayani, atau sering berdoa, atau merasa sudah banyak melakukan yang baik di hadapan Allah kita malah menuntut Tuhan. Ayat 22-24 dikatakan “Aku tahu…..”, Martha tidak menangkap apa yang Yesus katakan tetapi ia menjawab dengan pengertiannya pribadi. Firman Tuhan yang ia dengarkan hanya ditanggapi sepotong-sepotong dan dinilai menurut hikmatnya sendiri. Bagaimanapun juga saat kita mengandalkan hikmat kita sendiri akan selalu ada perbantahan.
Berbeda dengan respon Maria. Ayat 32 mengatakan bahwa saat Maria bertemu Yesus ia tidak langsung mengeluh melainkan ia datang dan tersungkur menangis. Tahap pertama Maria mnghadapi pergumulan ia hanya datang tersungkur dan menangis dan tidak merasa ia telah melakukan apa-apa yang baik bagi Yesus. Maria menyadari kemuliaan Tuhan akan mengatasi segala permasalahannya itulah sebabnya Yesus berkata Maria telah mengambil bagian yang terbaik. Tuhan tahu bahwa Maria percaya dengan segenap hatinya oleh karena itu Ia tidak berkata “Saudaramu akan bangkit” seperti yang Ia katakan pada Martha di ayat 23. Firman Tuhan menceritakan selanjutnya Yesus justru menangis (ayat 33-35) saat melihat Maria dengan begitu pilunya datang ke kaki Yesus. Ia justru bertanya dimana Lazarus diletakan. Saat kita datang tersungkur dengan hati yang hancur, Saudara ketahuilah Tuhan tidak sanggup menahan perasaan hatinNya untuk mengangkat keluar Saudara. Ia justru membawa kita langsung kpada resolusi. Tanpa langkah Maria yang mau datang tersungkur, Saudara, pemecahan masalah akan sangatlah jauh.
Respon berbeda kembali kita dapati di ayat 39. Saat Yesus memerintahkan agar batu makam Lazarus diangkat Martha berkata bahwa Lazarus sudah 4 hari mati dan berbau sehingga Tuhan menegur Martha atas ketidakpercayaannya padahal Tuhan sendiri yang memerintahkan untuk batu itu diangkat. Tidak diceritakan bahwa Maria merespon perintah itu, artinya ia hanya diam saja karena saya yakin Saudara Maria tahu ia akan melihat Lazarus bangkit. Satu hal yang kita ambil dari tindakan Maria adalah ia tetap tenang dan berdiam diri. Saat ada permasalahan yang menerpa Anda, seperti Maria, gerakanlah hati Tuhan untuk tidak tahan menolong Saudara, buatlah hati Tuhan untuk tidak tahan melihat sedihmu dan terharu untuk mengasihimu dengan datang tersungkur padaNya. Percayalah Saudara, Ia adalah Allah yang berhati lembut. Masalah Anda akan terselesaikan. Jadi, sebenarnya Saudara kita hanya perlu untuk duduk berdiam saja. Kita tidak perlu memusingkan bagaimana ini dan itu. Senangkan saja hati Tuhan. Tuhan mengerti setiap kesulitan Anda dan Ia tak pernah terlambat untuk bertindak bagi Anda.
RESOLUSI
Yohanes 12:1-3 menceritakan saat Lazarus telah dibangkitkan. Sudah ada dalam tahap resolusi. Ditulis bahwa keduanya bersukacita atas resolusi dari Tuhan. Saudara, perhatikan baik-baik. Diceritakan bahwa Martha tetap melayani Yesus. Perhatikan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam kehidupan Martha saat ia mendapatkan resolusi tersebut. Perbedaanya hanyalah pada saat melayani ketika Lazarus bangkit ia tidak mengomel seperti sebelumnya ia katakan pada Yesus tentang Maria. Tetapi ada peningkatan signifikan dalam respon Maria terhadap Yesus. Maria mengambil hartanya yang paling berharga, minyak narwastu murni, dan mengurapi kaki Yesus. Hanya mengurapi ? Tidak, ia juga menyekanya dengan rambutnya. Saudara, rambut adalah mahkota bagi wanita, tetapi Maria tidak segan-segan mengorbankan harga dirinya untuk menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Ingat bahwa saat itu sedang ada perjamuan artinya banyak orang yang melihat tindakan tersebut. Saudara, tidak banyak dari kita orang Kristen yang memiliki totalitas memberi seperti Maria. Relakah Saudara untuk memberi semua yang Saudara miliki demi Yesus ? inilah 6 langkah yang dilakukan Maria dari menghadapi masalah sampai menerima resolusi :
1. Mendengar perkataan Yesus
2. Diam dalam permasalahan
3. Menangis tersungkur
4. Menerima kebangkitan, pemecahan masalah
5. Bersyukur dengan membayar harga
6. Mengorbankan harga diri sebagai tanda ucapan syukurnya
Saudara, satu hal yang saya dapati dari sebagian kecil permasalahan hidup yang memproses saya.
Setiap proses dalam kehidupan Anda semua tidak akan ada yang mudah. Saat Saudara diberi banyak oleh Tuhan artinya akan banyak juga yang akan dituntut dari Saudara. Inti dari permasalahan hidup Saudara adalah seberapa dekat jarak antara lutut saudara dengan lantai untuk berdoa. Percayalah Saudara, dalam tangan Tuhan masa depan Anda sungguh ada. Jangan gentar karena janji Tuhan akan selalu hidup dalammu. Saat Anda diproses ketahuilah tidak ada yang diambil Tuhan dari Saudara melainkan Ia sedang menyiapkan hadiah terbaik yang Saudara tidak pernah bayangkan.
Tuhan memberkati.6 langkah Maria dan 2 Langkah Marta
Saudara, saya ingin memberkati Saudara sekalian dengan apa yang saya alami pribadi di dalam Tuhan. Saat terakhir ini banyak yang saya alami yang membuat saya sungguh frustasi di dalam hidup ini. Saya harus kehilangan orang yang sangat saya kasihi, hadapi tekanan dalam studi, sendirian dalam mengerjakan segala sesuatunya, menghadapi proses dimana saya sama sekali tidak boleh mengeluh bahkan menangis, dan lainnya. Secara manusia terkadang banyak dari kita Saudara yang saat menghadapi persoalan diluar stress limit berusaha untuk mencari solusi pribadi bahkan melarikan diri sejauh mungkin tetapi tahukah Saudara bahwa sebenarnya Anda tidak sendirian di dalam dunia ini ? Jika Anda adalah salah satu dari orang yang banyak mengalami tekanan, maka inilah jawaban yang saya harapkan akan melegakan Anda.
PERMASALAHAN
Lukas 10:38-42, menceritakan tentang hubungan saudari antara Maria dan Martha. Diceritakan bahwa Maria duduk saja dekat kaki Yesus sedangkan Martha sibuk melayani Yesus. Selanjutnya Martha mengeluh tetapi Yesus menjawab bahwa Maria telah mengambil bagian yang terbaik. Saudara, sekilas timbul dalam hati kita bahwa kita ingin menjadi sperti Maria. Tetapi tahukah Saudara bahwa menjadi Maria itu tidak mudah ? kita hanya melihat bahwa Maria duduk di kaki Yesus, tetapi tahukah kita apa yang sebenarnya Maria perbuat ? Mungkin kelihatannya mudah hanya duduk diam dan dengar, namun Tuhan berkata dalam Alkitab “Apa gunanya kamu memanggilKu Tuhan tetapi kamu tidak melakukan perintahKu ?” Tindakan untuk duduk diam dan mendengar itu hanyalah karakter dari Maria yang mula-mula.
Yesus mengatakan Maria telah mengambil bagian terbaik, artinya Maria mendengarkan Firman yang Yesus sampaikan secara keseluruhan sedangkan Martha hanya sebagian karena ia sibuk melayani. Mari kita flashback kembali. Sudahkah kita merenungkan Firman Tuhan dengan sepenuh hati atau hanya dengan setengah hati ? Sudahkah kita setia dalam pembacaan Alkitab ? Sudahkah kita menepati setiap komitmen kita di dalam Tuhan ? Bagi saya secara pribadi hal itu bukanlah hal yang mudah karena tantangan kedagingan itu sungguh menghalangi kita untuk setia. Namun kenyataannya, untuk menjadi seperti Maria justru itulah langkah pertama bahwa kita harus setia untuk mendengarkan apa yang Tuhan bilang dalam Alkitab. Caranya ? Baca Alkitab itu secara rutin walaupun Anda tidak mengerti baca saja ! Itulah tindakan mendengar. Tuhan ingin kita memulai dengan langkah yang benar dan mengakhirinya dengan langkah yang benar pula. Saudara, ketahuilah bahwa semua orang sama akan menghadapi pencobaan. Tetapi kepada mereka yang diberi banyak artinya akan banyak juga yang dituntut dari mereka untuk membayar harganya. Bersediakah Saudara membayar harga tersebut demi hal yang besar yang Tuhan sediakan ?
Yohanes 11:1-6 berbicara tentang cobaan terberat yang dialami oleh Maria dan Martha, kematian Lazarus. Sekilas kita melihat di ayat 6 dikatakan “Namun setelah didengarNya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal 2 hari lagi di tempat, dimana Ia berada” Akibat dari tindakan Yesus, Lazarus tewas. Maria dan Martha sama sama menghadapi cobaan yang sama. Mati adalah peristiwa yang terberat dalam kehidupan kita manusia. Mengapa Tuhan tidak langsung datang padahal dikatakan di ayat 5 Yesus sangat mengasihi mereka ? Apakah Tuhan membiarkan Lazarus tewas ? TIDAK ! Yesus sengaja melakukan itu karena ada yang hendak ia singkapkan yaitu menyatakan kemuliaan Allah (ayat 4 –red-)
Kita sering berdoa minta Tuhan nyatakan keajaibanNya, tetapi saat membaca ayat 4 (“Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu anak Allah akan dimuliakan”) sadarkah kita sebenarnya ada harga yang harus kita bayar ? Siapkah Anda menghadapi cobaan terberat dalam hidup Anda untuk menyataan kemuliaan Tuhan ? Sama halnya seperti Maria dan Martha, kita seringkali berdoa dengan lantang tetapi serasa Tuhan tidak menjawabnya. Saudara, Tuhan telah mendengarnya PERCAYALAH ! Tetapi saat Tuhan belum menjawab percayalah karena Ia tahu kapan saat yang tepat untuk menjawab pergumulan Saudara sekalian. Relakah Saudara membayar harga sambil menunggu jawaban Tuhan ?
RESPON
Saat Maria dan Martha menghadapi cobaan yang sama, Yesus sama sekali tidak membedakan percobaan tersebut kepada mereka berdua. Mereka sama-sama menghadapi kematian saudaranya. Tetapi ada hal yang membedakan antara Maria dan Martha yaitu dalam hal merespon saat Yesus datang menemui mereka. Yohanes 11:12 dan 32 menunjukan ucapan yang sama atas apa yang mereka alami. Perbedaanya adalah dalam ayat 21, menunjukan respon dari Martha, Martha terlihat menegur Yesus. Terkadang saat kita berdoa kita memaksakan kehendak bahwa Tuhan harus mengikuti apa yang kita doakan. Secara tidak sadar kita seringkali menjadi seperti Martha. Karena kita rutin melayani, atau sering berdoa, atau merasa sudah banyak melakukan yang baik di hadapan Allah kita malah menuntut Tuhan. Ayat 22-24 dikatakan “Aku tahu…..”, Martha tidak menangkap apa yang Yesus katakan tetapi ia menjawab dengan pengertiannya pribadi. Firman Tuhan yang ia dengarkan hanya ditanggapi sepotong-sepotong dan dinilai menurut hikmatnya sendiri. Bagaimanapun juga saat kita mengandalkan hikmat kita sendiri akan selalu ada perbantahan.
Berbeda dengan respon Maria. Ayat 32 mengatakan bahwa saat Maria bertemu Yesus ia tidak langsung mengeluh melainkan ia datang dan tersungkur menangis. Tahap pertama Maria mnghadapi pergumulan ia hanya datang tersungkur dan menangis dan tidak merasa ia telah melakukan apa-apa yang baik bagi Yesus. Maria menyadari kemuliaan Tuhan akan mengatasi segala permasalahannya itulah sebabnya Yesus berkata Maria telah mengambil bagian yang terbaik. Tuhan tahu bahwa Maria percaya dengan segenap hatinya oleh karena itu Ia tidak berkata “Saudaramu akan bangkit” seperti yang Ia katakan pada Martha di ayat 23. Firman Tuhan menceritakan selanjutnya Yesus justru menangis (ayat 33-35) saat melihat Maria dengan begitu pilunya datang ke kaki Yesus. Ia justru bertanya dimana Lazarus diletakan. Saat kita datang tersungkur dengan hati yang hancur, Saudara ketahuilah Tuhan tidak sanggup menahan perasaan hatinNya untuk mengangkat keluar Saudara. Ia justru membawa kita langsung kpada resolusi. Tanpa langkah Maria yang mau datang tersungkur, Saudara, pemecahan masalah akan sangatlah jauh.
Respon berbeda kembali kita dapati di ayat 39. Saat Yesus memerintahkan agar batu makam Lazarus diangkat Martha berkata bahwa Lazarus sudah 4 hari mati dan berbau sehingga Tuhan menegur Martha atas ketidakpercayaannya padahal Tuhan sendiri yang memerintahkan untuk batu itu diangkat. Tidak diceritakan bahwa Maria merespon perintah itu, artinya ia hanya diam saja karena saya yakin Saudara Maria tahu ia akan melihat Lazarus bangkit. Satu hal yang kita ambil dari tindakan Maria adalah ia tetap tenang dan berdiam diri. Saat ada permasalahan yang menerpa Anda, seperti Maria, gerakanlah hati Tuhan untuk tidak tahan menolong Saudara, buatlah hati Tuhan untuk tidak tahan melihat sedihmu dan terharu untuk mengasihimu dengan datang tersungkur padaNya. Percayalah Saudara, Ia adalah Allah yang berhati lembut. Masalah Anda akan terselesaikan. Jadi, sebenarnya Saudara kita hanya perlu untuk duduk berdiam saja. Kita tidak perlu memusingkan bagaimana ini dan itu. Senangkan saja hati Tuhan. Tuhan mengerti setiap kesulitan Anda dan Ia tak pernah terlambat untuk bertindak bagi Anda.
RESOLUSI
Yohanes 12:1-3 menceritakan saat Lazarus telah dibangkitkan. Sudah ada dalam tahap resolusi. Ditulis bahwa keduanya bersukacita atas resolusi dari Tuhan. Saudara, perhatikan baik-baik. Diceritakan bahwa Martha tetap melayani Yesus. Perhatikan bahwa tidak ada perubahan signifikan dalam kehidupan Martha saat ia mendapatkan resolusi tersebut. Perbedaanya hanyalah pada saat melayani ketika Lazarus bangkit ia tidak mengomel seperti sebelumnya ia katakan pada Yesus tentang Maria. Tetapi ada peningkatan signifikan dalam respon Maria terhadap Yesus. Maria mengambil hartanya yang paling berharga, minyak narwastu murni, dan mengurapi kaki Yesus. Hanya mengurapi ? Tidak, ia juga menyekanya dengan rambutnya. Saudara, rambut adalah mahkota bagi wanita, tetapi Maria tidak segan-segan mengorbankan harga dirinya untuk menyeka kaki Yesus dengan rambutnya. Ingat bahwa saat itu sedang ada perjamuan artinya banyak orang yang melihat tindakan tersebut. Saudara, tidak banyak dari kita orang Kristen yang memiliki totalitas memberi seperti Maria. Relakah Saudara untuk memberi semua yang Saudara miliki demi Yesus ? inilah 6 langkah yang dilakukan Maria dari menghadapi masalah sampai menerima resolusi :
1. Mendengar perkataan Yesus
2. Diam dalam permasalahan
3. Menangis tersungkur
4. Menerima kebangkitan, pemecahan masalah
5. Bersyukur dengan membayar harga
6. Mengorbankan harga diri sebagai tanda ucapan syukurnya
Saudara, satu hal yang saya dapati dari sebagian kecil permasalahan hidup yang memproses saya.
Setiap proses dalam kehidupan Anda semua tidak akan ada yang mudah. Saat Saudara diberi banyak oleh Tuhan artinya akan banyak juga yang akan dituntut dari Saudara. Inti dari permasalahan hidup Saudara adalah seberapa dekat jarak antara lutut saudara dengan lantai untuk berdoa. Percayalah Saudara, dalam tangan Tuhan masa depan Anda sungguh ada. Jangan gentar karena janji Tuhan akan selalu hidup dalammu. Saat Anda diproses ketahuilah tidak ada yang diambil Tuhan dari Saudara melainkan Ia sedang menyiapkan hadiah terbaik yang Saudara tidak pernah bayangkan.
Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar